peluang bisnis super lutein, s lutena naturally plus indonesia

Kanker Otak, Tumor Otak: Sakit Kepala Berlangsung Lama, Waspada Gejala Kanker Otak!

Leave a reply »

kanker otak, tumor otak, sakit kepala Anda sering mengalami sakit kepala yang berulang di bagian kepala yang sama? Jika iya, Anda perlu mencurigai rasa sakit tersebut. Sebab, bukan tidak mungkin, rasa sakit itu merupakan gejala awal penyakit kanker otak.

Kanker otak memang tak se-ngetop penyakit kanker lain, seperti kanker serviks atau kanker payudara. Namun, seperti kebanyakan penyakit kanker pada umumnya, kanker otak merupakan penyakit bersifat diam (silent killer) yang berbahaya.

Karena sifatnya itu, seringkali penyakit kanker otak baru terdeteksi setelah memasuki stadium lanjut. Jika rasa sakit di bagian kepala telah memuncak, ada kemungkinan, kanker itu telah menyebar ke bagian tubuh lain (metastasis). Kalau sudah begitu, penanganan kanker menjadi lebih rumit dan berisiko. “Oleh karena itu, masyarakat perlu melakukan deteksi sejak dini penyakit kanker otak,” saran Fielda Djuita, spesialis radiologi Rumah Sakit Mochtar Riady Comprehensive Cancer Centre Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta.

Gejala kanker otak

Penyakit kanker otak, biasanya, bakal disertai gejala-gejala yang dapat terlihat atau terasa langsung oleh si penderita. Misalnya tubuh kejang-kejang, mual dan muntah, pandangan kabur, serta rasa sakit kepala. Oleh para ahli medis, kondisi demikian disebut sebagai gejala peningkatan tekanan dalam otak atau intracranial. “Kalau Anda mengalami gejala-gejala ini, ada kemungkinan, Anda menderita penyakit kanker otak,” ujar Suhanto Kasmali, Kepala Bidang Pelayanan Medis Rumah Sakit Mediros, Jakarta.

Para pasien yang merasakan gejala-gejala tersebut, terlebih dahulu harus melakukan pemeriksaan menyeluruh pada bagian kepala dan otak. “Ini harus didiagnosa secara menyeluruh karena otak adalah bagian tubuh yang penting, tapi lunak,” papar Suhanto.

Sebagai organ tubuh yang mengatur segala aktivitas tubuh (multitasking), otak terdiri dari tiga bagian, yakni otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum), dan batang otak (brain stem). Otak memainkan peran penting bagi kehidupan seseorang.

Otak merupakan tempat yang berbahaya jika menjadi lokasi atau situs berkembangnya tumor. “Biar jinak, tapi tetap harus diangkat. Namun, karena otak adalah organ yang lunak, sangat berisiko dalam memberikan penanganannya,” tandas Fielda.

Lebih berbahaya lagi, para ahli medis belum dapat menyimpulkan penyebab berkembangnya tumor ganas atau kanker di otak. Yang pasti, kata Fielda, jika kasus kanker otak terjadi pada anak berusia di bawah 17 tahun, kemungkinan besar, penyebabnya faktor genetik. Sementara, penyebab kanker otak pada orang dewasa hingga kini masih dalam penelitian ahli.

Berdasarkan pendapat para ahli medis, pertumbuhan penderita kanker di negara berkembang, seperti Indonesia, akan bersifat masif. Sekitar 100 orang dari setiap 100.000 jiwa penduduk berisiko terkena penyakit kanker, termasuk kanker otak. Saat ini, penyebaran penyakit kanker otak di Indonesia boleh dibilang masih minim.

Menurut Fielda, setiap hari, terdapat sekitar 100 pasien yang mengantre mendapatkan penanganan radiologi untuk menyembuhkan penyakit kankernya. Memang penyakit kanker memerlukan waktu untuk beralih menjadi ganas. Tapi, akan lebih optimal bila penyakit kanker telah terdeteksi saat masih jinak. “Kalau masih dalam level stadium awal, kanker dapat sembuh total dan terkontrol,” papar dokter yang juga bertugas di rumahsakit kanker Dharmais ini.

Nyeri kepala adalah nyeri yang paling banyak dikeluhkan penderita selain nyeri pinggang saat berobat ke dokter, dan nyeri kepala merupakan gejala awal yang diderita sekitar 30 persen pederita tumor otak.

“Gejala tumor otak tergantung letak dan kecepatan pertumbuhannya. Namun gejalanya muncul secara tersamar yang biasanya dimulai dengan gangguan mental ringan yang hanya dapat dirasakan oleh orang yang berhubungan dekat dengan penderita, seperti mudah tersinggung, emosinya labil, pelupa, lamban dan kurang inisiatif, serta depresi,” kata dokter ahli saraf di Lampung, dr Ruth Mariva SpS di Bandarlampung, belum lama ini.

Dalam seminar sehari tentang nyeri kepala yang diselenggarakan RS Imanuel Way Halim, di Bandarlampung itu, Ruth mengatakan nyeri kepala biasanya sulit digambarkan dan bervariasi, mulai dari yang ringan dan episodik sampai berat dan berdenyut atau meletup, yang umumnya bertambah berat pada malam, saat bangun pagi dan saat perubahan posisi.

Pada awalnya, nyeri kepala tumor disebabkan pembengkakan lokal sekitar tumor atau akibat kerusakan pembuluh darah sekitar tumor, dan akhirnya disebabkan oleh tekanan tinggi di dalam kepala.

Selain nyeri kepala, katanya, pada tumor otak juga ditemukan gejala mual muntah terutama jika lokasi tumor di bagian belakang, kejang- kejang, dan mengalami gangguan penglihatan dan kelemahan saraf lainnya.

“Penderita biasanya datang ke dokter dengan keluhan nyeri kepala di daerah depan (dahi) dan kepala belakang, yang biasanya sudah berlangsung lama dan progresif,” katanya.

Berdasarkan penelitian IHS (International Headache Society) tahun 1988 dan disepakati oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI), terdapat 13 kelompok nyeri kepala, di antaranya adalah migren, nyeri kepala tipe tegang, nyeri kepala akibat trauma kepala, nyeri kepala akibat infeksi, dan nyeri kepala akibat gangguan metabolik.

Jika dilihat dari waktu dan lamanya serangan, nyeri kepala dapat dibagi atas nyeri kepala akut dan kronis. Menurut dr Ruth, nyeri kepala akut dan hebat memerlukan penanganan segera karena merupakan gejala dari penyakit-penyakit berbahaya, seperti penyakit pada pembuluh darah otak (stroke, thrombosis, hipertensi maligna), infeksi otak ( meningitis, ensefalitis, abses) dan keracunan karbon monoksida. (fn/km/rs)

 

Sumber: www.suaramedia.com  

seminar super lutein, slutena, naturally plus

naturally plus, kantor naturally plus indonesia, kantor naturally plus jakarta, info bisnis naturally plus, pertemuan di kantor naturally plus, presentasi naturally plus, info naturally plus, info super lutein, info super lutena, info s lutena