peluang bisnis super lutein, s lutena naturally plus indonesia

Optic neuritis, Peradangan Pada Saraf Optik

Leave a reply »

peradangan mata, peradangan saraf mata, peradangan saraf optik, saraf optik mata, optik mata, saraf optik, radang mata, saraf mataJakarta, Deskripsi, Optic neuritis adalah peradangan pada saraf optik. Saraf optik merupakan bundel serat saraf yang mengirimkan informasi visual dari mata ke otak. Rasa sakit dan kehilangan penglihatan sementara adalah gejala umum dari optic neuritis.

Optic neuritis biasanya berkembang berhubungan dengan gangguan autoimun yang mungkin dipicu oleh infeksi. Pada beberapa orang, tanda dan gejala optic neuritis mungkin merupakan indikasi dari multiple sclerosis.

Kebanyakan orang yang mengalami satu episode optic neuritis penglihatan mereka dapat pulih lagi. Pengobatan dengan obat-obat steroid mungkin dapat mempercepat pemulihan penglihatan pasca optic neuritis.

Penyebab

Penyebab pasti optic neuritis tidak diketahui dengan pasti. Namun, optic neuritis diyakini berkembang ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang substansi (mielin) meliputi saraf optik. Sehingga mengakibatkan peradangan dan kerusakan pada myelin.

Biasanya myelin membantu perjalanan cepat impuls listrik di sepanjang saraf optik dari mata ke otak. Di otak, impuls listrik akan diubah menjadi informasi visual. Optic neuritis mengganggu proses tersebut dan mempengaruhi visi.

Namun, tidak pasti apa yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh dapat menyerang myelin.

Kondisi autoimun yang sering dikaitkan dengan optic neuritis, antara lain:

1. Multiple sclerosis
Multiple sclerosis adalah penyakit autoimun di mana sistem dapat menyerang selubung myelin yang menutupi serat saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Pada orang dengan optic neuritis, memiliki risiko mengalami perkembangan yang mengarah pada multiple sclerosis.

2. Neuromyelitis optica
Kondisi autoimun lainnya yang dapat menyebabkan optic neuritis adalah neuromyelitis optica. Dalam kondisi ini, peradangan terjadi pada saraf optik dan saraf tulang belakang.

Neuromyelitis optica memiliki kesamaan dengan multiple sclerosis, tetapi neuromyelitis optica tidak menyebabkan kerusakan pada saraf di otak sebanyak multiple sclerosis. Optic neuritis yang timbul dari neuromyelitis optica cenderung lebih parah daripada optic neuritis yang terkait dengan multiple sclerosis.

Kondisi autoimun lainnya, seperti sarkoidosis dan lupus eritematosus sistemik, juga telah dikaitkan dengan optic neuritis. Tidak semua potensi penyebab neuritis optik adalah penyakit-penyakit autoimun. Faktor lain yang telah dikaitkan dengan perkembangan neuritis optik meliputi:

1. Infeksi
2. Arteritis kranial
3. Obat-obatan
4. Terapi radiasi

Selain itu, setiap proses yang mengakibatkan peradangan atau kompresi saraf optik, termasuk tumor, kekurangan nutrisi atau racun, dapat mengganggu kemampuan saraf untuk melakukan impuls listrik. Hal ini dapat menyebabkan kehilangan penglihatan dan gejala lain yang mungkin menyerupai optic neuritis.

Gejala

Optic neuritis biasanya mempengaruhi satu mata, meskipun dapat terjadi pada kedua mata secara bersamaan. Gejala neuritis optik dapat meliputi:
1. Nyeri
Kebanyakan orang yang mengembangkan optic neuritis mengalami sakit mata yang dapat diperburuk oleh gerakan mata. Nyeri yang berhubungan dengan optic neuritis biasanya memuncak dalam beberapa hari.

2. Kehilangan penglihatan
Tingkat kehilangan penglihatan terkait dengan optic neuritis sangat bervariasi. Kebanyakan orang mengalami setidaknya beberapa penurunan sementara dalam penglihatan.

Jika terjadi kehilangan penglihatan, biasanya berkembang selama hitungan jam atau hari, dan mungkin diperburuk oleh panas atau olahraga. Namun, kehilangan penglihatan mungkin permanen dalam beberapa kasus.

3. Kehilangan warna dalam penglihatan warna
Optic neuritis sering mempengaruhi persepsi warna.

4.Flashing lights
Beberapa orang dengan optic neuritis melaporkan melihat lampu flash seperti berkedip.

Tanda dan gejala optic neuritis mungkin indikasi dari suatu gangguan autoimun yang disebut multiple sclerosis. Sekitar 15-20 persen orang yang mengalami perkembangan ke arah multiple sclerosis, optic neuritis merupakan gejala pertama.

Pengobatan

Optic neuritis biasanya dapat membaik dengan sendirinya. Dalam beberapa kasus, obat-obatan steroid digunakan untuk mengobati optic neuritis, karena dapat membantu mengurangi peradangan pada saraf optik.

Kemungkinan efek samping dari pengobatan steroid termasuk penambahan berat badan, perubahan mood, gangguan lambung, dan insomnia. Jika menerima steroid untuk pengobatan, dapat meliputi:

1. Steroid intravena
Pasien mungkin akan menerima terapi steroid secara intravena selama beberapa hari. Terapi steroid secara intravena dapat mempercepat pemulihan penglihatan.

2. Steroid oral
Setelah terapi steroid intravena, dokter mungkin juga akan meresepkan steroid oral, seperti prednisone untuk sekitar 2 minggu.

Dalam kasus di mana terapi steroid telah gagal dan kehilangan penglihatan berat berlanjut, pengobatan yang disebut sebagai plasma exchange therapy dapat membantu memulihkan penglihatan pada beberapa orang.

Sumber: MayoClinic

Optic neuritis, Peradangan Pada Saraf Optik

Sumber: http://www.detikhealth.com/read/2011/11/03/091407/1758972/770/optic-neuritis-peradangan-pada-saraf-optik?ld991107763

seminar super lutein, slutena, naturally plus

naturally plus, kantor naturally plus indonesia, kantor naturally plus jakarta, info bisnis naturally plus, pertemuan di kantor naturally plus, presentasi naturally plus, info naturally plus, info super lutein, info super lutena, info s lutena