Posts Tagged ‘kanker rahim’

Makanan Pencegah (Anti) Kanker dari Buah & Sayuran Berwarna

buah-buahan, sayur-sayuran, pencegah penyakit kankerSudah menjadi rahasia umum bahwa untuk menjadi sehat, kuat dan fit sepanjang hari diperlukan pola diet yang sehat dan latihan yang tepat.

Terkadang masih banyak orang yang menerapkan kedua hal tersebut secara tidak seimbang. Rajin mengonsumsi makanan sehat tapi jarang latihan, atau sebaliknya, latihan terus menerus dan mengabaikan kebutuhan gizi harian.

Mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh berguna untuk mempercepat pemulihan pasca latihan, mengisi kembali energi yang hilang, meningkatkan daya tahan tubuh dan masih banyak lagi manfaat sehat lainnya. Itulah sebabnya masyarakat urban mulai mengenal istilah superfood.

Superfood adalah setiap jenis makanan yang mengandung nutrisi lengkap penunjang kesehatan. Sederhananya, superfood adalah makanan yang kaya akan bahan kimia tertentu yang mempromosikan perbaikan sel secara efisien, terutama bagi Anda yang memiliki aktivitas yang tinggi. Dan yang paling penting, superfood tidak harus makanan dengan harga mahal, karena di sekitar kita banyak sekali superfood yang memberikan manfaat terbaik bagi kesehatan dengan harga terjangkau. Berikut di antaranya:

Tomat

Tomat mengandung lycopene yang sangat tinggi. Lycopene merupakan antioksidan yang mendukung kesehatan prostat dan membantu mencegah penyakit kardiovaskular. Para ahli medis sering menganjurkan para pria untuk gemar mengonsumsi tomat untuk kesuburan dan umur panjang.

Kelebihan lainnya, tomat bisa menjadi makanan fleksibel yang bisa dikonsumsi dalam keadaan mentah dan dapat dihidangkan dengan makanan lain tanpa mengganggu penampilan atau cita rasa makanan tersebut.

» Read more: Makanan Pencegah (Anti) Kanker dari Buah & Sayuran Berwarna

Penyakit Kanker: 10 Kanker yang Paling Mematikan dan Sulit Disembuhkan

Penyakit Kanker:

kanker-super-luteinJakarta, Ada lebih dari 100 jenis kanker beserta berbagai macam penyebabnya, mulai dari radiasi, bahan kimia, hingga virus. Tapi kesamaannya, kanker ditandai dengan pertumbuhan sel yang abnormal. Kanker apa saja yang paling mematikan dan kenapa sulit disembuhkan?

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) kanker adalah penyebab kematian nomor dua di Amerika setelah penyakit jantung. Bahkan ketika telah didiagnosis sejak dini dan ditanggulangi dengan perawatan mutakhir, kanker masih memiliki kekuatan untuk membunuh.

Memang telah ada banyak perawatan yang berhasil saat ini dan tidak dijumpai beberapa puluh tahun yang lalu. Namun pengobatan kanker masih tetap sulit dipahami karena banyak faktor.

Pertumbuhan sel kanker tetap tak terduga dan masih misterius dalam beberapa kasus. Bahkan, setelah melalui pengobatan yang tampaknya efektif, sel-sel kanker mampu bersembunyi pada beberapa pasien dan muncul kembali.

Sekitar US$ 200 miliar (sekitar Rp 1.800 triliun) telah dihabiskan dalam penelitian kanker sejak awal tahun 1970-an. Kelangsungan hidup bagi semua pasien kanker di AS juga telah meningkat dari sekitar 50% pada 1970-an hingga mencapai 65 % pada saat ini.

» Read more: Penyakit Kanker: 10 Kanker yang Paling Mematikan dan Sulit Disembuhkan

Kanker Serviks: Rendah, Kewaspadaan Wanita Terhadap Kanker Serviks

Kanker Serviks:

SURABAYA, KAMIS – Kewaspadaan wanita terhadap kanker serviks atau  mulut rahim amat rendah. Padahal, penyakit itu menduduki peringkat pertama dalam daftar kanker yang menyerang wanita. Di RSU Dr Soetomo saja, setiap hari kerja tercatat delapan pasien baru untuk kanker mulut rahim.
Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi Brahmana Askandar mengatakan, amat jarang perempuan memeriksakan diri dengan dengan pap smear secara rutin. Ketidaktahuan tentang pemeriksaan itu menjadi salah satu penyebab masyarakat tidak menggunakannya.
“Kalau diperiksa secara rutin, dampak lebih buruk bisa dicegah. Sayangnya banyak yang datang ke dokter setelah stadium lanjut. Rata-rata ada delapan pasien baru di RSU Dr Soetomo setiap dengan stadium lanjut,” ujarnya di Surabaya, Kamis (31/1).
Di Amerika Serikat, angka kematian akibat kanker mulut rahim bisa ditekan bukan karena teknologi kedokteran lebih maju. Tetapi, perempuan di sana lebih rutin memeriksakan diri dengan pap smear yaitu pengambilan cairan vagina sebagai bahan uji untuk mengetahui keberadaan sel kanker.
Dengan pemeriksaan rutin, kanker bisa dideteksi sejak dini. Deteksi dini membuat kanker lebih mudah dan murah diatasi dengan kemungkinan sembuh lebih besar. “Pada tahap awal, kanker bisa diatasi dengan operasi. Kalau sudah stadium lanjut, hanya bisa dengan kemoterapi dan radioterapi,” ujarnya.
Pasien harus membayar Rp 8 juta untuk setiap kemoterapi. Terapi itu harus dilakukan berkali-kali agar sel kanker terbunuh. “Tarif rata-rata setiap kali pap smear di Surabaya berkisar antara Rp 60.000 hingga 200.000. Pemeriksaan rutin cukup sekali setahun,” ujarnya.
Selain dengan pemeriksaan rutin, perempuan juga bisa meminimalkan risiko lewat vaksin. Untuk setiap paket vaksin saat ini, perempuan terproteksi selama 5 tahun terhadap virus utama penyebab kanker mulut rahim. Sebanyak 70 kasus kanker itu disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) versi 16 dan 18. “Jadi tetap harus diperiksa secara rutin karena masih ada potensi tertular 30 persen,” ujarnya.
Vaksin itu sebaiknya diberikan sebelum hubungan seksual pertama. Pasalnya, 70 persen kasus transfer HPV terjadi lewat hubungan seksual. “Sisanya transfer dengan cara lain,” tuturnya. *Kanker Serviks

 

Sumber: http://health.kompas.com/read/2008/01/31/11122615/Rendah.Kewaspadaan.Wanita.Terhadap.Kanker.Serviks

Kanker Serviks: Kasus Kanker Serviks Terus Meningkat

Penyakit Kanker Serviks: penyakit-kanker-leher-rahim-serviks

BANDUNG, MINGGU – Obat untuk penyakit kanker hingga saat ini belum ditemukan. Itu sebabnya pencegahan primer dengan menghindari faktor resiko adalah yang paling mungkin untuk dilakukan. Di antara jenis penyakit kanker, kanker serviks adalah yang paling banyak diderita dan menimbulkan banyak kematian.

Menurut Herman Susanto dalam Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Ilmu Obstetri dan Ginekologi, Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Sabtu (9/2), berdasarkan World Cancer Report dalam dua dekade mendatang akan terjadi kenaikan kasus kanker, yaitu sebanyak 50 persen. Pada tahun 2000 jumlahnya 10 juta kasus dimana 4,7 juta penderitanya adalah wanita. Tetapi pada tahun 2020 diperkitakan jumlah kasusnya menjadi 15 juta.  Pada tahun 1992, di Indonesia, kanker berada di urutan enam sebagai  penyakit ganas yang mematikan.

Di antara penyakit-penyakit kanker,  setiap tahunnya muncul sekitar 500.000 kanker serviks baru di dunia. Sebanyak 80 persen terjadi di negara berkembang dan 200.000 di antara penderita kanker serviks tersebut meninggal setiap tahunnya.
Di Indonesia, sepanjang tahun 1988 – 1994 dari 10 jenis penyakit kanker, kanker serviks paling tinggi kasusnya, mencapai 26.200 kasus. Jenis kanker lainnya setelah kanker serviks adalah kanker payudara, kulit, nasofaring, kelenjar getah bening. ovarium, rektum, tiroid, jaringan lunak, dan kolon.  Di Jawa Barat berdasarrkan data dari Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) tahun 1987 – 1988 sebanyak 20,09 penderita kanker merupakan penderita kanker serviks.

Di RSHS jumlah pasien kanker serviks terus meningkat dari tahun ke tahun. Penderita yang berobat mencapai 400 orang per tahunnya. Kanker serviks disebabkan oleh hubungan seksual dini, partner seks lebih dari satu, infeksi virus papiloma humanus (VPH), sosioekonomi rendah, perokok, nutrisi buruk, berpasangan dengan lelaki yang beresiko tinggi, dan terinfeksi HIV.

Pencegahan bisa dilakukan dengan pemeriksaan dini lewat pap smear. Untuk pencegahan kanker secara umum Herman menyarankan agar mengurangi konsumsi tembakau, promosi gaya hidup sehat dan diet, serta pemeriksaan dini untuk kanker serviks dan kanker payudara.

Penyakit Kanker Leher Rahim (Serviks)

penyakit-kanker-leher-rahim-serviks-2 Penyakit Kanker Leher Rahim (Serviks): Penyakit kanker leher rahim yang istilah kesehatannya adalah kanker servik (Cervical Cancer) merupakan kanker yang terjadi pada servik uterus, suatu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang terletak antara rahim (uterus) dengan liang senggama (vagina).

Penyakit kanker servik ini disebabkan oleh beberapa jenis virus yang disebut Human Papilloma Virus (HPV). Virus ini menyebar melalui kontak sexual, HPV dapat menyerang semua perempuan disetiap waktu tanpa melihat umur ataupun gaya hidup. Banyak wanita yang dengan daya tahan tubuh yang baik mampu melawan infeksi HPV dengan sendirinya. Namun demikian, terkadang virus ini berujung pada terjadinya penyakit kanker.

Di Indonesia, Kanker Serviks adalah kanker pembunuh perempuan Indonesia no.1 tertinggi saat ini.(Pdpersi). “Setiap perempuan selama hidupnya beresiko terkena virus yang menyebabkan kanker serviks”, terutama beresiko tinggi bagi mereka yang merokok, melahirkan banyak anak, memakai alat kontrasepsi pil dalam jangka waktu lama, serta mereka yang terinfeksi HIV Aids.(MedlinePlus)

:: Bagaimanakah kanker leher rahim terjadi

Layaknya semua kanker, kanker leher rahim terjadi ditandai dengan adanya pertumbuhan sel-sel pada leher rahim yang tidak lazim (abnormal). Tetapi sebelum sel-sel tersebut menjadi sel-sel kanker, terjadi beberapa perubahan yang dialami oleh sel-sel tersebut. Perubahan sel-sel tersebut biasanya memakan waktu sampai bertahun-tahun sebelum sel-sel tadi berubah menjadi sel-sel kanker. Selama jeda tersebut, pengobatan yang tepat akan segera dapat menghentikan sel-sel yang abnormal tersebut sebelum berubah menjadi sel kanker.

:: Mendeteksi Kanker Serviks

Sel-sel yang abnormal tersebut dapat dideteksi kehadirannya dengan suatu test yang disebut “Pap smear test”, sehingga semakin dini sel-sel abnormal tadi terdeteksi, semakin rendahlah resiko seseorang menderita kanker leher rahim. Pap smear adalah suatu test yang aman dan murah dan telah dipakai bertahun-tahun lamanya untuk mendeteksi kelainan-kelainan yang terjadi pada sel-sel leher rahim.

» Read more: Penyakit Kanker Leher Rahim (Serviks)

Penyakit Kanker Leher Rahim (Serviks) – 2

Kanker serviks atau kanker leher rahim (sering juga disebut kanker mulut rahim) merupakan salah satu penyakit kanker yang paling banyak terjadi bagi kaum wanita. Setiap satu jam, satu wanita meninggal di Indonesia karena kanker serviks atau kanker leher rahim ini. Fakta menunjukkan bahwa jutaan wanita di dunia terinfeksi HPV, yang dianggap penyakit lewat hubungan seks yang paling umum di dunia.
Di Indonesia, setiap satu jam, satu wanita meninggal karena kanker serviks
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi ini merupakan faktor risiko utama kanker leher rahim. Setiap tahun, ratusan ribu kasus HPV terdiagnosis di dunia dan ribuan wanita meninggal karena kanker serviks, yang disebabkan oleh infeksi itu. Mengingat fakta yang mengerikan ini, maka berbagai tindakan pencegahan dan pengobatan telah dibuat untuk mengatasi kanker serviks atau kanker leher rahim.
Kanker serviks atau kanker leher rahim terjadi di bagian organ reproduksi seorang wanita. Leher rahim adalah bagian yang sempit di sebelah bawah antara vagina dan rahim seorang wanita. Di bagian inilah tempat terjadi dan tumbuhnya kanker serviks. Apa penyebab kanker serviks atau kanker leher rahim? Bagaimana cara pencegahannya? Serta bagaimana cara mengatasinya jika sudah terinfeksi HPV? perkembangan-penyakit-kanker-leher-rahim-serviks

 HPV
Kanker serviks disebabkan infeksi virus HPV (human papillomavirus) atau virus papiloma manusia. HPV menimbulkan kutil pada pria maupun wanita, termasuk kutil pada kelamin, yang disebut kondiloma akuminatum. Hanya beberapa saja dari ratusan varian HPV yang dapat menyebabkan kanker. Kanker serviks atau kanker leher rahim bisa terjadi jika terjadi infeksi yang tidak sembuh-sembuh untuk waktu lama. Sebaliknya, kebanyakan infeksi HPV akan hilang sendiri, teratasi oleh sistem kekebalan tubuh.

» Read more: Penyakit Kanker Leher Rahim (Serviks) – 2

Manfaat Sayuran: Jauhi Kanker Payudara dengan Sayuran Hijau

manfaat sayuran hijauManfaat Sayuran Hijau:

Ghiboo.com – Sayuran hijau (cruciferous), seperti kubis, brokoli dan kembang kol tak hanya sekedar membuat wanita sehat. Tapi penelitin terbaru oleh ilmuwan Cina menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi sayuran hijau dikaitkan dengan rendahnya risiko kanker payudara dan membantu penderita kanker payudara bertahan hidup lebih lama.

Hasil penelitian didapatkan dari data 4.886 wanita penderita kanker payudara di Cina berusia 20-75 tahun. Rata-rata, mereka didiagnosa mengidap kanker stadium pertama hingga empat.

Peneliti menemukan wanita yang mengonsumsi sayuran hijau selama tiga tahun setelah didiagnosa mengidap kanker payudara, ternyata semakin kecil kemungkinan bagi mereka untuk meninggal.

Temuan tersebut juga menunjukkan selama lebih dari 36 bulan adanya penurunan risiko sebesar 27-62 persen dibandingkan mereka yang sedikit atau jarang makan sayuran. Kemungkinan risiko kanker kambuh lagi juga menunjukkan penurunan, sekitar 21-35 persen.

"Para penderita kanker payudara dapat mengikuti pedoman umum gizi dari makan sayuran setiap hari dan mungkin dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan asupan sayuran, seperti kubis, kembang kol dan brokoli sebagai bagian dari makanan yang sehat," papar Sarah Nechuta, peneliti dari pusat epidemiologi Vanderbit University.

» Read more: Manfaat Sayuran: Jauhi Kanker Payudara dengan Sayuran Hijau

Naturally Plus Indonesia, Super Lutein, S Lutena, Izumio

naturally plus, kantor naturally plus indonesia, kantor naturally plus jakarta, info bisnis naturally plus, pertemuan di kantor naturally plus, presentasi naturally plus, info naturally plus, info super lutein, info super lutena, info s lutena